Artikel Pilihan

Akhir Zaman Unik Kisah Islami

Produk Terbaru

Jangan Biarkan Duyung Melamun Dan Lamun Menduyung

Publikasi Senin, 14 Mei 2018

Dugong atau Duyung

Dugong atau Duyung adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut di Indonesia. Mamalia laut yang tergolong Herbivora ini panjang tubuhnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 450 kg dan bisa hidup sampai 70 tahun.

Duyung sangat bergantung kepada vegetasi laut sebagai sumber makanan, salah satu makanan favoritnya adalah lamun atau seagrass. Satwa laut yang mampu bertahan selama 12 menit dibawah permukaan laut ini membutuhkan kawasan jelajah yang luas, perairan dangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau.

Saat ini, populasi duyung bisa ditemukan di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik, dan sebagian besarnya ada di wilayah perairan kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia.


Lamun dan Padang Lamun

Padang lamun adalah ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang telah beradaptasi untuk hidup sepenuhnya di dalam lingkungan air asin.

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal wilayah pesisir. Lamun adalah tumbuhan berbiji satu (monokotil) yang mempunyai akar, rimpang (rhizoma), daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan berpembuluh yang tumbuh di darat. Jadi, lamun sangat berbeda dengan rumput laut (algae).

Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem pesisir yang ditumbuhi oleh lamun sebagai vegetasi yang dominan. Ekosistem padang lamun merupakan suatu ekosistem yang kompleks dan mempunyai fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi perairan wilayah pesisir. Peran lamun dalam keseimbangan ekosistem hayati wilayah pesisir sama pentingnya dengan peran hutan bakau atau mangrove dan terumbu karang, dimana ketiganya saling membutuhkan untuk keseimbangan dan keberlangsungan hidup di dalam ekosistem.


Hubungan Antara Duyung & Lamun

Padang lamun menjadi tempat bermain Duyung, seringkali ditemukan lebih dari satu individu duyung sedang berinteraksi di padang lamun. Padang Lamun juga merupakan tempat mencari makan Duyung. Duyung memakan daun dan rizoma lamun, terutama dari jenis pionir darigenus Halophila dan Halodule. Perilaku makan duyung yang terlihat seperti mengacak-acak dasar lamun dapat membuat padang lamun menjadi lebih subur. Disinilah terjadi Simbiosis Mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan antara duyung dan lamun yang dapat menjamin keseimbangan ekologis flora dan fauna lain yang berada di sekitar padang lamun, terutama ikan-ikan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di padang lamun.


Jenis-jenis Lamun di Indonesia

  1. Enhalus acoroides. Berukuran paling besar (panjang daun bisa mencapai 1 meter) Rambut padarhizoma.
  2. Thalassodendron ciliatum. Daun pita, terkumpul membentuk cluster. Satu cluster daun terbentuk dari “tangkai” daun yang panjang dari rhizoma.
  3. Syringodium Isoetifolium. Daun berbentuk silindris.
  4. Halophila minor. Daun oval, ukuran kecil, berpasangan dengan tangkai pada setiap ruas dari rimpang. Tulang daun kurang dari 8.
  5. Halophila spinulosa. Satu tangkai daun yang keluar dari rhizoma terdiri dari beberapa pasang daun yang tersusun berseri.
  6. Halophila ovalis. Daun oval, berpasangan dengan tangkai pada tiap ruas dari rimpang. Tulang daun 8 atau lebih. Permukaan daun tidak berambut.
  7. Halophila decipiens. Daun lebih cenderung oval-lonjong, ukuran kecil 6-8 tulang daun. Permukaan daun berambut.
  8. Cymodocea rotundata. Tepi daun tiak bergerigi. Seludang daun menutup sempurna. Seludang tidak berbentuk segitiga.
  9. Cymodocea serulata. Tepi daun, bulat bergerigi. Seludang daun membentuk segitiga, tidak menutup sempurna.
  10. Halodule uninervis. Daun pipih panjang, tapi berukuran kecil. Satu urat tengah daun jelas. Rhizome halus dengan bekas daun jelas menghitam. Ujung daun seperti trisula.
  11. Halodule pinifolia. Daun pipih panjang, tapi berukuran kecil. Satu urat tengah daun jelas. Rhizome halus dengan bekas daun jelas menghitam. Ujung daun agak membulat. Seludang tidak membentuk segitiga.
  12. Thalassia hemprichii. Mirip Cymodocea rotundata, tapi rhizoma beruas-ruas dan tebal. Garis/bercak coklat pada helaian daun. Daun melengkung.



Manfaat dan Fungsi Padang Lamun Untuk Keseimbangan Ekosistem dan Kontribusinya Untuk Kehidupan Manusia

Sebagai Produsen Primer

Kemampuan lamun yang bisa mengubah karbon dioksida menjadi energi dalam bentuk biomassa, yang kemudian biomassa ini dimanfaatkan oleh biota-biota laut seperti ikan-ikan yang hidup di sekitarnya. Ini akan mempengaruhi kualitas ikan-ikan tersebut, dimana kita tahu bahwa lamun adalah merupakan habitat dari berbagai ikan-ikan yang biasa kita konsumsi sebagai seafood, seperti ikan kakap, ikan baronang dan berbagai jenis ikan lainnya.

Sebagai Habitat Biota dan Satwa Laut

Seperti yang kita sebutkan diatas bahwa padang lamun merupakan habitat dari berbagai jenis biota dan satwa laut, tempat berlindung, berkembang biak, dan sekaligus sebagai tempat mereka mencari makan. Ini berarti, terancamnya padang lamun akan ikut mengancam kelangsungan hidup biota dan satwa laut yang ada di sekitarnya. Dan tentu saja akan mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan kita karena berkurangnya populasi ikan-ikan ini.

Sebagai Peredam Arus/Gelombang

Padang Lamun dengan daun-daun yang rimbun dan lebat akan menghambat derasnya arus gelombang laut yang akan menerpa pantai, sehingga ini akan mengurangi terjadinya erosi pantai. Tentu saja dengan rusaknya padang lamun akan mempercepat terjadinya proses erosi pantai yang akan merugikan kita.

Sebagai Pemerangkap Sedimen

Daun dan akar lamun punya kemampuan untuk memerangkap sedimen dan mengendapkannya di dasar, sehingga air akan lebih jernih dan terjaga kualitasnya. Dan tentu saja kualitas air laut akan mempengaruhi kualitas berbagai makhluk hidup yang ada di dalamnya termasuk ikan-ikan laut yang biasa kita konsumsi.

Tapi sayang, dari 1,507 km2 luas padang lamun di Indonesia, hanya 5% yang tergolong sehat, 80% kurang sehat, dan 15% tidak sehat. 
(Berdasarkan kriteria Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 200 Tahun 2004)


Ancaman Terhadap Pertumbuhan Lamun

Kelangsungan hidup lamun kini makin terancam. Beberapa hal yang menjadi ancaman tersebut justru karena faktor ulah manusia. Beberapa diantaranya adalah penggunaan air yang berlebihan, penggundulan hutan, alih fungsi hutan dan lahan, membuang sampah sembarangan, aktivitas wisata hingga proyek reklamasi.

Disamping itu, Menurut LIPI, kurangnya pengetahuan dan kesadaran sebagian besar masyarakat akan pentingnya lamun bagi keberlangsungan ekosistem hayati bawah laut menjadi faktor utama kerusakan padang lamun. Saat ini, lamun memang tidak se-populer bakau dan terumbu karang. Namun kita harus menyadari bahwa, lamun, mangrove dan terumbu karang memiliki peran yang sama penting untuk keberlangsungan hidup ekosistem wilayah pesisir pantai.

Beberapa hal yang seringkali terjadi dan mengancam kehidupan lamun yang dikarenakan faktor kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat kita adalah, membuang sampah sembarangan ke laut, laut menjadi tempat pembuangan polutan dan limbah kimia dari pabrik-pabrik, buangan minyak dari kapal, dan sebagainya. Semua perilaku tersebut akan mencemarkan air laut, sedangkan polusi dan pencemaran air laut ini akan mengancam kehidupan lamun.

Selain itu, keberadaan mangrove atau hutan bakau di pesisir laut juga akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup lamun. Jadi, terancamnya mangrove berarti juga terancamnya lamun. Ada beberapa aktifitas manusia yang mengancam kehidupan mangrove dan sekaligus lamun seperti, aktifitas wisata, alih fungsi lahan hingga proyek reklamasi.

Ancaman Terhadap Keselamatan Duyung

Ada banyak hal yang menjadi ancaman terhadap keselamatan duyung atau dugong, dan hampir semuanya adalah karena ulah manusia. Seperti: Perburuan skala lokal dan pemanfaatan langsung bagian tubuh duyung (seperti daging dugong, air mata duyung, dan taring dugong), terjaring atau terperangkap di alat tangkap nelayan (seperti sero, keramba, dan lain-lain) hingga duyung mati lemas, hingga tertabrak tanpa sengaja oleh kapal wisata maupun kapal nelayan.

Disamping itu, ada satu mitos yang berkembang di masyarakat yakni air mata duyung yang dianggap sebagai pelet atau ramuan pengasih. Padahal, faktanya adalah cairan tersebut hanya lendir pelembap mata dugong dan keluar dari kelenjar air mata ketika dugong sedang tidak berada di dalam air. Masyarakat harus menyadari bahwa hal tersebut hanya merupakan sebuah mitos yang tidak perlu dipercaya.

Kita harus tahu bahwa di Indonesia duyung adalah satwa laut yang dilindungi melalui UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta UU No. 31 Tahun 2004 juncto UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Dan ini berarti bagian tubuh dari duyung tidak dapat diperjual-belikan dalam bentuk apapun.

Terancamnya kehidupan duyung akan berpengaruh terhadap lamun, mengingat di dalam kehidupan ekosistem antara keduanya terjadi hubungan simbiosis mutualisma.

Duyung akan meLamun ketika Lamun terancam kehidupannya, dan Lamun akan menDuyung ketika air laut tercemar oleh kita.

Ayo selamatkan Duyung dan Lamun

Dengan menyadari secara tidak langsung kehidupan duyung dan lamun mempunyai kontribusi terhadap kehidupan kita, mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian duyung dan lamun.

Ada beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan dalam hal ini, seperti :
  1. Mempelajari untuk mengenal kehidupan duyung dan lamun dan ikut menyebarkan informasi tentang keduanya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat kita akan arti pentingnya duyung dan lamun untuk kita.
  2. Laporkan kejadian di sekitar kita terkait duyung dan lamun. Jika kita mendapati kematian duyung atau pencemaran padang lamun jangan sungkan-sungkan untuk melaporkannya ke aparat setempat.
  3. Tingkatkan kesadaran mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke laut. Dan berusaha menyadarkan masyarakat ketika kita menemui hal itu terjadi di depan mata kita.
  4. Hindari membeli bagian tubuh duyung yang di perjual-belikan oknum yang tidak bertanggung jawab, baik itu masih mentah maupun yang sudah di olah. Dan jika mendapati hal ini di sekitar kita jangan sungkan untuk melaporkan ke aparat setempat untuk di ambil tindakan hukum kepada oknum yang memperjual-belikan bagian tubuh dugong tersebut.
  5. Ikut mendukung upaya konservasi Pemerintah Indonesia untuk kelestarian duyung dan lamun. Salah satunya melalui DSCP Indonesia.

Apa itu DSCP Indonesia?

DSCP Indonesia adalah singkatan dari Dugong and Seagrass Conservation Project Indonesia yaitu sebuah Program konservasi untuk meningkatkan efektivitas konservasi dugong & ekosistem lamun di Indonesia melalui : 
  1. Penguatan dan pelaksanaan “Rencana aksi Konservasi" tingkat nasional untuk dugong dan habitatnya lamun.
  2. Peningkatan kesadartahuan dan penelitian di tingkat nasional tentang dugong dan lamun.
  3. Pengelolaan dan konservasi dugong dan lamun berbasis masyarakat di masing-masing lokasi kegiatan (Bintan, Kotawaringin Barat, Tolitoli, dan Alor).

DSCP Indonesia dilaksanakan sebagai kerjasama direktorat Konservasi & Keanekaragaman Hayati laut Kementerian Kelautan dan perikanan, serta Pusat Penelitian oseanografi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - Institut Pertanian Bogor, dan yayasan WWF-Indonesia, dan dengan dukungan dari United Nations Environment Programme - Global Environment Facility (UNEP - GEF).

Padang Lamun : Rumah Mereka, Untuk Kita.

Terimakasih atas kunjungan Anda di blog Go Bisnis Online. Semoga bermanfaat.

Artikel

Baca Artikel Lainnya

Review Product

LATEST BLOGS

Jasa Pengiriman
Bank Transfer

Subscribe to our Newsletter!

Copyright © 2018 Bisnis Go Online - All Rights Reserved
%50
+100
$100000
$1250000
$200000
$500000
Akhir Zaman
Alam
Animal
artikel
Bisnis
Bisnis Online
Blogger
Blogspot
Book
Buku
Cerita
Crypto Currency
Digital
Domain dan Hosting
Edukasi
Entertainment
Gadget
Hacking
Industri
Internet
Islami
Kisah Islami
Komputer
Kuliner
Laptop
Most
Online Shopping
Otomotif
produk
Properti
Puisi
Smartphone
Software
Sponsors
Termux
Tips dan Triks
Toko Online
Travel
Tutorial
Unik
Video
Wazzub
Woocommerce