Slider

Recent Videos

Travel

Islami

Recomended

» » » Jangan Biarkan Duyung Melamun Dan Lamun Menduyung


Dugong atau Duyung

Dugong atau Duyung adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut di Indonesia. Mamalia laut yang tergolong Herbivora ini panjang tubuhnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 450 kg dan bisa hidup sampai 70 tahun.

Duyung sangat bergantung kepada vegetasi laut sebagai sumber makanan, salah satu makanan favoritnya adalah lamun atau seagrass. Satwa laut yang mampu bertahan selama 12 menit dibawah permukaan laut ini membutuhkan kawasan jelajah yang luas, perairan dangkal serta tenang, seperti di kawasan teluk dan hutan bakau.

Saat ini, populasi duyung bisa ditemukan di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik, dan sebagian besarnya ada di wilayah perairan kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia.

Lamun dan Padang Lamun

Padang lamun adalah ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang telah beradaptasi untuk hidup sepenuhnya di dalam lingkungan air asin.

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal wilayah pesisir. Lamun adalah tumbuhan berbiji satu (monokotil) yang mempunyai akar, rimpang (rhizoma), daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan berpembuluh yang tumbuh di darat. Jadi, lamun sangat berbeda dengan rumput laut (algae).

Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem pesisir yang ditumbuhi oleh lamun sebagai vegetasi yang dominan. Ekosistem padang lamun merupakan suatu ekosistem yang kompleks dan mempunyai fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi perairan wilayah pesisir. Peran lamun dalam keseimbangan ekosistem hayati wilayah pesisir sama pentingnya dengan peran hutan bakau atau mangrove dan terumbu karang, dimana ketiganya saling membutuhkan untuk keseimbangan dan keberlangsungan hidup di dalam ekosistem.


Hubungan Antara Duyung & Lamun

Padang lamun menjadi tempat bermain Duyung, seringkali ditemukan lebih dari satu individu duyung sedang berinteraksi di padang lamun. Padang Lamun juga merupakan tempat mencari makan Duyung. Duyung memakan daun dan rizoma lamun, terutama dari jenis pionir darigenus Halophila dan Halodule. Perilaku makan duyung yang terlihat seperti mengacak-acak dasar lamun dapat membuat padang lamun menjadi lebih subur. Disinilah terjadi Simbiosis Mutualisme, hubungan yang saling menguntungkan antara duyung dan lamun yang dapat menjamin keseimbangan ekologis flora dan fauna lain yang berada di sekitar padang lamun, terutama ikan-ikan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di padang lamun.


Jenis-jenis Lamun di Indonesia

  1. Enhalus acoroides. Berukuran paling besar (panjang daun bisa mencapai 1 meter) Rambut padarhizoma.
  2. Thalassodendron ciliatum. Daun pita, terkumpul membentuk cluster. Satu cluster daun terbentuk dari “tangkai” daun yang panjang dari rhizoma.
  3. Syringodium Isoetifolium. Daun berbentuk silindris.
  4. Halophila minor. Daun oval, ukuran kecil, berpasangan dengan tangkai pada setiap ruas dari rimpang. Tulang daun kurang dari 8.
  5. Halophila spinulosa. Satu tangkai daun yang keluar dari rhizoma terdiri dari beberapa pasang daun yang tersusun berseri.
  6. Halophila ovalis. Daun oval, berpasangan dengan tangkai pada tiap ruas dari rimpang. Tulang daun 8 atau lebih. Permukaan daun tidak berambut.
  7. Halophila decipiens. Daun lebih cenderung oval-lonjong, ukuran kecil 6-8 tulang daun. Permukaan daun berambut.
  8. Cymodocea rotundata. Tepi daun tiak bergerigi. Seludang daun menutup sempurna. Seludang tidak berbentuk segitiga.
  9. Cymodocea serulata. Tepi daun, bulat bergerigi. Seludang daun membentuk segitiga, tidak menutup sempurna.
  10. Halodule uninervis. Daun pipih panjang, tapi berukuran kecil. Satu urat tengah daun jelas. Rhizome halus dengan bekas daun jelas menghitam. Ujung daun seperti trisula.
  11. Halodule pinifolia. Daun pipih panjang, tapi berukuran kecil. Satu urat tengah daun jelas. Rhizome halus dengan bekas daun jelas menghitam. Ujung daun agak membulat. Seludang tidak membentuk segitiga.
  12. Thalassia hemprichii. Mirip Cymodocea rotundata, tapi rhizoma beruas-ruas dan tebal. Garis/bercak coklat pada helaian daun. Daun melengkung.


Manfaat dan Fungsi Padang Lamun Untuk Keseimbangan Ekosistem dan Kontribusinya Untuk Kehidupan Manusia

Sebagai Produsen Primer

Kemampuan lamun yang bisa mengubah karbon dioksida menjadi energi dalam bentuk biomassa, yang kemudian biomassa ini dimanfaatkan oleh biota-biota laut seperti ikan-ikan yang hidup di sekitarnya. Ini akan mempengaruhi kualitas ikan-ikan tersebut, dimana kita tahu bahwa lamun adalah merupakan habitat dari berbagai ikan-ikan yang biasa kita konsumsi sebagai seafood, seperti ikan kakap, ikan baronang dan berbagai jenis ikan lainnya.

Sebagai Habitat Biota dan Satwa Laut

Seperti yang kita sebutkan diatas bahwa padang lamun merupakan habitat dari berbagai jenis biota dan satwa laut, tempat berlindung, berkembang biak, dan sekaligus sebagai tempat mereka mencari makan. Ini berarti, terancamnya padang lamun akan ikut mengancam kelangsungan hidup biota dan satwa laut yang ada di sekitarnya. Dan tentu saja akan mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan kita karena berkurangnya populasi ikan-ikan ini.

Sebagai Peredam Arus/Gelombang

Padang Lamun dengan daun-daun yang rimbun dan lebat akan menghambat derasnya arus gelombang laut yang akan menerpa pantai, sehingga ini akan mengurangi terjadinya erosi pantai. Tentu saja dengan rusaknya padang lamun akan mempercepat terjadinya proses erosi pantai yang akan merugikan kita.

Sebagai Pemerangkap Sedimen

Daun dan akar lamun punya kemampuan untuk memerangkap sedimen dan mengendapkannya di dasar, sehingga air akan lebih jernih dan terjaga kualitasnya. Dan tentu saja kualitas air laut akan mempengaruhi kualitas berbagai makhluk hidup yang ada di dalamnya termasuk ikan-ikan laut yang biasa kita konsumsi.

Tapi sayang, dari 1,507 km2 luas padang lamun di Indonesia, hanya 5% yang tergolong sehat, 80% kurang sehat, dan 15% tidak sehat. 
(Berdasarkan kriteria Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 200 Tahun 2004)


Ancaman Terhadap Pertumbuhan Lamun

Kelangsungan hidup lamun kini makin terancam. Beberapa hal yang menjadi ancaman tersebut justru karena faktor ulah manusia. Beberapa diantaranya adalah penggunaan air yang berlebihan, penggundulan hutan, alih fungsi hutan dan lahan, membuang sampah sembarangan, aktivitas wisata hingga proyek reklamasi.

Disamping itu, Menurut LIPI, kurangnya pengetahuan dan kesadaran sebagian besar masyarakat akan pentingnya lamun bagi keberlangsungan ekosistem hayati bawah laut menjadi faktor utama kerusakan padang lamun. Saat ini, lamun memang tidak se-populer bakau dan terumbu karang. Namun kita harus menyadari bahwa, lamun, mangrove dan terumbu karang memiliki peran yang sama penting untuk keberlangsungan hidup ekosistem wilayah pesisir pantai.

Beberapa hal yang seringkali terjadi dan mengancam kehidupan lamun yang dikarenakan faktor kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat kita adalah, membuang sampah sembarangan ke laut, laut menjadi tempat pembuangan polutan dan limbah kimia dari pabrik-pabrik, buangan minyak dari kapal, dan sebagainya. Semua perilaku tersebut akan mencemarkan air laut, sedangkan polusi dan pencemaran air laut ini akan mengancam kehidupan lamun.

Selain itu, keberadaan mangrove atau hutan bakau di pesisir laut juga akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup lamun. Jadi, terancamnya mangrove berarti juga terancamnya lamun. Ada beberapa aktifitas manusia yang mengancam kehidupan mangrove dan sekaligus lamun seperti, aktifitas wisata, alih fungsi lahan hingga proyek reklamasi.

Ancaman Terhadap Keselamatan Duyung

Ada banyak hal yang menjadi ancaman terhadap keselamatan duyung atau dugong, dan hampir semuanya adalah karena ulah manusia. Seperti: Perburuan skala lokal dan pemanfaatan langsung bagian tubuh duyung (seperti daging dugong, air mata duyung, dan taring dugong), terjaring atau terperangkap di alat tangkap nelayan (seperti sero, keramba, dan lain-lain) hingga duyung mati lemas, hingga tertabrak tanpa sengaja oleh kapal wisata maupun kapal nelayan.

Disamping itu, ada satu mitos yang berkembang di masyarakat yakni air mata duyung yang dianggap sebagai pelet atau ramuan pengasih. Padahal, faktanya adalah cairan tersebut hanya lendir pelembap mata dugong dan keluar dari kelenjar air mata ketika dugong sedang tidak berada di dalam air. Masyarakat harus menyadari bahwa hal tersebut hanya merupakan sebuah mitos yang tidak perlu dipercaya.

Kita harus tahu bahwa di Indonesia duyung adalah satwa laut yang dilindungi melalui UU No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya hayati dan ekosistemnya dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta UU No. 31 Tahun 2004 juncto UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Dan ini berarti bagian tubuh dari duyung tidak dapat diperjual-belikan dalam bentuk apapun.

Terancamnya kehidupan duyung akan berpengaruh terhadap lamun, mengingat di dalam kehidupan ekosistem antara keduanya terjadi hubungan simbiosis mutualisma.

Duyung akan meLamun ketika Lamun terancam kehidupannya, dan Lamun akan menDuyung ketika air laut tercemar oleh kita.

Ayo selamatkan Duyung dan Lamun

Dengan menyadari secara tidak langsung kehidupan duyung dan lamun mempunyai kontribusi terhadap kehidupan kita, mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian duyung dan lamun.


Ada beberapa langkah kecil yang bisa kita lakukan dalam hal ini, seperti :
  1. Mempelajari untuk mengenal kehidupan duyung dan lamun dan ikut menyebarkan informasi tentang keduanya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat kita akan arti pentingnya duyung dan lamun untuk kita.
  2. Laporkan kejadian di sekitar kita terkait duyung dan lamun. Jika kita mendapati kematian duyung atau pencemaran padang lamun jangan sungkan-sungkan untuk melaporkannya ke aparat setempat.
  3. Tingkatkan kesadaran mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan terutama ke laut. Dan berusaha menyadarkan masyarakat ketika kita menemui hal itu terjadi di depan mata kita.
  4. Hindari membeli bagian tubuh duyung yang di perjual-belikan oknum yang tidak bertanggung jawab, baik itu masih mentah maupun yang sudah di olah. Dan jika mendapati hal ini di sekitar kita jangan sungkan untuk melaporkan ke aparat setempat untuk di ambil tindakan hukum kepada oknum yang memperjual-belikan bagian tubuh dugong tersebut.
  5. Ikut mendukung upaya konservasi Pemerintah Indonesia untuk kelestarian duyung dan lamun. Salah satunya melalui DSCP Indonesia.

Apa itu DSCP Indonesia?

DSCP Indonesia adalah singkatan dari Dugong and Seagrass Conservation Project Indonesia yaitu sebuah Program konservasi untuk meningkatkan efektivitas konservasi dugong & ekosistem lamun di Indonesia melalui : 
  1. Penguatan dan pelaksanaan “Rencana aksi Konservasi" tingkat nasional untuk dugong dan habitatnya lamun.
  2. Peningkatan kesadartahuan dan penelitian di tingkat nasional tentang dugong dan lamun.
  3. Pengelolaan dan konservasi dugong dan lamun berbasis masyarakat di masing-masing lokasi kegiatan (Bintan, Kotawaringin Barat, Tolitoli, dan Alor).

DSCP Indonesia dilaksanakan sebagai kerjasama direktorat Konservasi & Keanekaragaman Hayati laut Kementerian Kelautan dan perikanan, serta Pusat Penelitian oseanografi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan - Institut Pertanian Bogor, dan yayasan WWF-Indonesia, dan dengan dukungan dari United Nations Environment Programme - Global Environment Facility (UNEP - GEF).

Padang Lamun : Rumah Mereka, Untuk Kita.

Terimakasih atas kunjungan Anda di blog Go Bisnis Online. Semoga bermanfaat.

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

71 komentar:

  1. Lamun berarti bukan untuk sang duyung saja ya, tapi makhluk hidup lainnya termasuk manusia harus terjaga kelestariannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul umm, selain sebagai habitat untuk duyung, padang lamun juga habitat untuk berbagai jenis biota laut, berbagai jenis ikan laut yang biasa kita konsumsi sebagai sea food, dan satwa-satwa laut lainnya seperti penyu dan sebagainya. Jadi secara tidak langsung, padang lamun juga ada manfaatnya untuk kita, seperti misalnya, kualitas ikan kakap, ikan baronang dan sebagainya yang biasa di konsumsi oleh manusia juga di tentukan dengan kualitas habitatnya, padang lamun...

      Hapus
  2. wah usianya hampir seperti manusia ya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, 70 tahun buat ukuran manusia juga udah tua ya

      Hapus
  3. Semoga ekosistem padang lamun dan dugong terus terjaga dengan baik ya ... , jangan sampai dirusak oleh tangan tak bertanggung jawab.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga mas, semoga dengan adanya kampanye ini bisa menumbuhkan kesadaran untuk kita semua akan kelestarian duyung dan padang lamun

      Hapus
    2. Sependapat dan setuju 👍

      Semoga artikel ini dibaca oleh banyak orang agar mereka ikut mengkampanyekan pelestarian duyung dan padang lamun.

      Hapus
    3. aamiin, semoga saja Mas Himawan

      Hapus
  4. Keberadaan lamun dan duyung ternyata bisa saling melengkapi ya kang, bukan saja buat ekosistem tapi juga buat kelangsungan hidup kita sebagai makhluk hidup pengisi belantara bumi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul itu mas, secara tidak langsung kelestarian duyung dan padang lamun juga untuk kita manusia

      Hapus
  5. Salut buat Dugong and Seagrass Conservation Project Indonesia yang peduli akan kelestarian lamun di tanah air...

    BalasHapus
  6. iya kang Maman, dan ini perlu kita dukung

    BalasHapus
  7. Banyak masalah di lautan, ya. Khusus hubungan duyung dan lamun ini, saya baru tahu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, untuk itu perlunya kesadaran kita untuk ikut perduli terhadap kelestarian lingkungan

      Hapus
  8. Jadi ke inget mata kuliah padang lamun dan ekosistem laut.. Semoga kelangsungan hidup para duyung masih bsa diselamatkan

    BalasHapus
  9. Aku dulu tau nya duyung itu bukan ikan. Tapi tokoh dongeng "putri duyung".. *Korban fiksi banget yakk

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya duyung memang tidak termasuk ikan mbak, tapi satwa laut... tapi kalo putri duyung, gak tau deh hehe

      Hapus
  10. ternyata masalah di laut nggak cuma soal polutan aja ya.. Banyak ternyata.. Semoga semakin bnyak para relawan yang bersedia membantu untuk kelestarian laut kita. dan semoga masyarakat lain juga di berikan kesadaran untuk tetap dan terus menjaga nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga saja mbak, mulai dari diri kita sendiri untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kelestarian alam

      Hapus
  11. Orang-orang yang membuang sampah ke laut itu nyebelin banget, ngerusak alam dan pemandangan. Pengen rasanya minta Bu Susi buat 'tenggelamkan' saja orang yang begitu. Hehe...

    Terimakasih sudah sharing, sekarang jadi semakin tahu hubungan antara dugong dan lamun deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, bener tuh mbak, ketahuan ama bu susi langsung ditenggelamkan kali orang-orang seperti itu. thanks juga udah mampir...

      Hapus
  12. wah jadi namabah pengetahuan neh baca artikel ini, selama ini saya gak tau apa itu lamun, namabah kosa kata juga, hehe... Makasih ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh ya, sama-sama, terimakasih juga sudah berkunjung ke blog ini

      Hapus
  13. Dugong itu sapi laut ya pak? Jadi, seagrass itu bahasa indonesianya lamun yah, bukan rumput laut? Wah wah jadi selama ini salah kaprah saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mbak, duyung atau dugong itu termasuk satwa laut, ada yang menyebutnya lembu laut atau sapi laut, yang pasti bukan termasuk bangsa ikan-ikanan. dan seagrass itu lamun, kalau rumput laut disebutnya algae.

      Hapus
  14. Saya kira td duyung yg kalau kakinya kena air berubah ada siripnya 😂
    Mudah2an kelestarian biota laut bisa dijaga dg baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, itu mah film fiksi putri duyung mbak :D
      aamiin, semoga tingkat kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan semakin membaik...

      Hapus
  15. Keseimbangan ekositem memang sangat diperlukan untuk kelestarian dan kelangsungan hidup, bukan hanya yang bisa dirasakan oleh duyung saja namun juga kepada manusia dan makhluk seisi dunia ini ya kang. Jadi banyak tahu dengan membaca artikelnya mas. Trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kang, kelestarian duyung dan lamun dan keseimbangan ekosistemnya manfaat langsungnya bisa dirasakan oleh semua makhluk hidup di sekitarnya, dan juga secara tidak langsung manfaatnya untuk kita manusia...

      Hapus
  16. Ternyata Lamun berpengaruh bagi seekor duyung, dalam arti ada ikatan erat bagi keduanya untuk salin berbagi..😄

    Yaa!! Semoga laut kita bisa dijaga dengan baik sayangkan bila populasi duyung kita akan berkurang bila manusia selalu memanfaatkan duyung atau lamun hanya untuk pribadi semata..😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, semoga kesadartahuan masyarakat kita semakin tinggi akan pentingnya duyung dan lamun dalam keseimbangan ekosistem hayati bawah laut...

      Hapus
  17. Masalah terbesar di laut emang sampah sih mas, padahal kalo ekosistem laut rusak, manusia juga yang susah, tapi malah manusia sendiri yang ngerusaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, tingkat kesadaran masyarakat masih kurang akan hal ini, semoga kedepannya semakin membaik...

      Hapus
  18. Saya sempat berpikir, kenapa Ikan Duyungnya tidak hidup di Sungai Air Tawar ? Kalau si Ikan duyung hidup di Sungai, saya yakin tidak akan sempat melamun lagi, sebab banyak penduduk disekitar sungai yang akan menemaninya..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, iya juga Kang Nata, kasihan tuh duyung gak ada temennya

      Hapus
  19. Aku baru tahu soal Lamun. :D Semoga terjaga kelestariannya.

    BalasHapus
  20. Sedih kalau sampai mereka punah. Semoga manusia sadar dan ikut menjaga kelestarian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, semoga aja mbak Tika, karena kelestarian duyung dan lamun sebenarnya untuk kita manusia juga...

      Hapus
  21. "Tapi sayang, dari 1,507 km2 luas padang lamun di Indonesia, hanya 5% yang tergolong sehat, 80% kurang sehat, dan 15% tidak sehat."

    Banyak banget ya mas luas padang lamun di Indonesia yang tidak sehat. Semoga aja dengan adanya tulisan ini banyak menyadarkan manusia pentingnya menjaga alam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, sebagian besarnya kurang sehat dan tidak sehat, semoga masyarakat kita secepatnya menyadari akan hal ini...

      Hapus
  22. ternyata duyung dagingnya diperjualbelikan ya? sebagai sejenis ikan pastinya dagingnya pun menarik untuk dimakan, cuma adanya mitos bahwa dulunya duyung itu manusia membuat banyak orang enggan membunuhnya. di daerah saya sepertinya tak ada duyung...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya duyung tidak termasuk ikan, tapi mamalia laut, ada yang menyebutnya lembu laut atau sapi laut. Iya, ada juga mitos yang seperti itu bahwa duyung setengah manusia, tentu saja itu hanya sebuah mitos. thanks udah berkunjung mas Muhammad Affip :)

      Hapus
  23. Meski saya belum pernah melihat langsung ikan duyung tapi kasihan juga ya kalau ekistemnya terganggu gara gara lamunnya berkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, dan harus kita sadarai juga bahwa sebenarnya ancaman buat kelangsungan duyung dan lamun adalah ancaman buat kita juga.

      Hapus
  24. Aih, saya baru tahu ttg lamun dan duyung. Terimakasih infonya yg sangat berharga

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok sama-sama Mbak Farida, terimakasih juga buat kunjungannya.

      Hapus
  25. Mari kita jaga bersama sama ekosistem di Indonesia karena mereka juga berhak hidup dan harus dilestarikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kang, mari kita sama-sama ikut melestarikan keberlangsungan hidup duyung dan lamun.

      Hapus
  26. duyung sekarang sudah makin sedikit mas, banyak pemburu yang ingin mendapatkan minyak duyung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar itu mas, sebab itu sekarang sedang dikampanyekan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat kita akan pentingnya menjaga kelestarian duyung dan lamun.

      Hapus
  27. MasyAllah pengetahuan banget ini pak. Makasih ya. Ngomong-ngomong soal duyung, dulu waktu sata kecil, saya ngefanssss bannget ama putri duyung. Saya pikir dlu putri duyung itu nyata. Ttpi trnyta mitos ya dan dlu saya kecewa pas tau yg sebenernya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ok bu sama-sama,,
      oh gitu ya? kayaknya korban cerita fiksi ya bu, hehee

      Hapus
  28. informatif banget jadi tahu ni tentang duyung dan lamun hehehe dulu pas belajar ekosistem laut keknya tidur sampe ga tau banget ttg ini hahhaha
    semoga selalu terjaga kelestariannya aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo tidur di kelas mah sama dong mbak, saya juga hobi dulu, hehe. Aamiin,, Ok deh terimakasih..

      Hapus
  29. Kalo baca artikel kaya gini, jd inget masa kuliah 😂😂😂

    BalasHapus
  30. Sebenarnya saya agak jengkel sih ketika ada alam atau habitat hewan gitu dirusak, cuma kadang alasan mereka yang ngerusak "ya ini mau dibangun ini dan itu" ya okelah kalau dibuat rumah gitu ya, cuma kalau dibangun buat mall, terus buat pembuangan limbah, terlebih kalau di Borneo hutanya dipangkus dibuat kebun sawit.. belum lagi orang utanya yang pada lari malah dibunuh :( Astaghfirullah...
    ..
    btw semoga ikan duyung ini tetep dalam habitat yang mereka betah tinggal didalamnya, dan dijauhkan dari tangan tangan jahil.. Ya nggak cuma duyung aja sih, termasuk penyu, hiu, paus, lumba-lumba dan lain sebagainya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, tingkat kesadaran masyrakat kita yang masih kurang, semoga kedepannya lebih baik...
      aamiin, semoga saja !!!

      Hapus
  31. Awalnya saya kira lamun itu juga sejenis ikan, hehehe. Ternyata habitat yang disukai Duyung untuk bermain-main. Semoga kita masih bisa melestarikan agar duyungnya tidak berubah menjadi manusia, eh.. hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, padang lamun adalah habitat untuk beberapa jenis biota dan satwa laut, termasuk duyung atau dugong. Aamiin, semoga demikian :)

      Hapus
  32. Keren artikel nya, penuh edukasi, sejak dulu kalau sampah dibuang sembarangan pasti membuat ekosistem terganggu dan tentunya selain sampah, manusia juga menjadi penyebab punahnya suatu ekosistem hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul bro, semoga kedepannya tingkat kesadaran masyarakat kita semakin membaik :)

      Hapus
  33. Saya kira tadi duyung dongeng, hehe.

    Semoga banyak kesadaran dari kita untuk menjaga ekosistem laut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu mah putri duyung kali mbak, hehe..
      aamiin semoga saja ya mbak..

      Hapus
  34. Baru tahu, ternyata lamun bisa mengubah karbon dioksida menjadi energi dalam bentuk biomassa. ( https://bit.ly/2IY8181 )

    BalasHapus
    Balasan
    1. ohya mas, thanks ya sudah berkunjung di blog ini :)

      Hapus
  35. saya kira awalnya lamun itu sejenis karang, ternyata vegetasi tumbuhan ya, persis seperti rumput yang tumbuh berbentuk hamparan sehingga disebut sebagai padang lamun

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, lamun adalah vegetasi laut yang merupakan habitat dari berbagai jenis biota dan satwa laut, jadi perlu dijaga kelestariannya.

      Hapus
  36. aku baru tahu lho ada yang namanya lamun, kirain tadi pas baca judul ini sebuah dongeng ternyata informasi

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar yang berhubungan dengan konten, komentar anonim, live link di dalam komentar, dan komentar yang mengandung link ke situs yang mengandung konten dewasa akan dihapus !!!